Angkutan Expor Impor Dikuasai kapal Asing

Jadwal Trucking ke Balikpapan
February 11, 2011
Jasa Kirim Mobil
February 17, 2011

Angkutan Expor Impor Dikuasai kapal Asing

Arus angkutan ekspor impor di Indonesia masih didominasi kapal asing, terbukti dari total volume sepanjang tahun 2010 yang mencapai 570 juta ton, hanya 9 persen dikuasai kapal niaga Indonesia. Selebihnya, 91 persen diangkut kapal asing.
Hal ini dikatakan Ketua DPC Indonesia National Shipowners Assocation (INSA) Hendra W Kesuma, ketika ditanyakan kinerja bongkar muat ekspor sepanjang tahun 2010 dan proyeksi tahun 2011, di Medan, Senin (14/2).
“Tentunya apabila dibandingkan dengan angkutan laut domestik dari 300 juta ton, 95 persen diangkut oleh kapal berbendera merah putih pada tahun 2010, jauh signifikan perbedaannya,” kata Hendra.
Diakuinya, selama ini sejumlah kendala di sektor pengapalan yang membuat kinerja pelabuhan terganggu menjadi alasan. Salah satunya, paling besar, menurut dia, adalah produktivitas bongkar muat di pelabuhan, terutama untuk kapal-kapal jenis general cargo.
“Kondisi ini akhirnya mengakibatkan kapal berada di pelabuhan (port stay) lebih lama dari pada waktu berlayar. Pelabuhan-pelabuhan di Indonesia masih mengandalkan peralatan bongkar muat kapal dalam menjalankan kegiatan bongkar muat, yang mengakibatkan kinerja bongkar muat menjadi setidaknya 30% lebih lambat dari pada mengunakan peralatan bongkar muat darat (shore equipment-red),” terangnya.
Dia berpendapat, apabila kinerja pelabuhan-pelabuhan di Indonesia dapat ditingkatkan, maka jumlah kapal yang dibutuhkan untuk kegiatan angkutan domestik di Indonesia akan berkurang dan memungkinkan perusahaan pelayaran melakukan peremajaan armada.
Kendati begitu dia optimis, industri pengapalan sepanjang tahun 2011 diperkirakan masih akan bertumbuh dibandingkan 2010. Hal ini berdasarkan data pertumbuhan angkutan laut domestik sejak tahun 2008 hingga sepanjang 2010 menunjukan peningkatan sekurangnya 12.015 persen per tahun. Pada tahun 2010, jumlah angkutan laut domestik sudah mendekati 300 juta ton. Tahun 2011, kita akan melihat pertumbuhan perusahaan pelayaran.
Target INSA mendorong sektor ini bertumbuh, lanjut dia, melalui program Beyond Cabotage. INSA berharap armada niaga nasional dapat melakukan expansi bisnisnya ke luar negeri atau go internasional. Program Beyond Cabotage adalah program penerapan Domestik Transportation Obligation (DTO).
DTO adalah program dimana pemerintah mewajibkan minimum 30% angkutan export cpo, mineral (batu bara) & energy (minyak & gas) Indonesia mengunakan kapal berbendera Indonesia sebagai kelanjutan program Cabotage yang telah sukses dilaksananakan sejak tahun 2005.
Sumber : Eva Simanjuntak | Global | Medan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh Informasi Pengiriman?

Kami siap memberikan informasi seputar pengiriman, klik untuk memulai chat!

Customer Service 1

Ajat

Online

Customer Support 2

Ambar

Online

Customer Service 3

Dirman

Online

Ajat

Halo, Ada yang bisa saya bantu? 00.00

Ambar

Hai, Ada yang bisa saya bantu? 00.00

Dirman

Halo, Ada yang bisa saya bantu? 00.00