Mengenal Pesawat Sukhoi Superjet 100-95

Pelni Modifikasi Angkutan Kapal
April 26, 2012
BlackBox warnanya bukan Hitam tapi Orange ?
May 17, 2012

Mengenal Pesawat Sukhoi Superjet 100-95

Sukhoi Superjet 100-95

Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat modern asal Rusia yang baru saja dibeli oleh dua maskapai Indonesia, yakni Kartika Airlines dan Sky Aviation. Pesawat ini merupakan salah satu pesawat terbaru di Rusia dan merupakan pesawat penumpang Rusia pertama yang dikembangkan pascabubarnya Uni Soviet.

Sukhoi Superjet 100 merupakan pesawat penumpang untuk jarak tempuh menengah yang dirancang sejak tahun 2000.
Menurut Wikipedia, Sukhoi Superjet 100 pertama kali mengudara pada 2011. Pengguna pertamanya adalah maskapai penerbangan nasional Armenia, Armavia, yang membeli sebanyak empat unit.
Cabin Sukhoi Superjet100-95
Pesawat ini mulai diproduksi pada 2007, dan hingga kini telah berjumlah 6 unit. Perancangannya dimulai pada 2000 oleh Sukhoi dengan dukungan perusahaan kedirgantaraan Barat, seperti Boeing sebagai konsultan proyek, Alenia Aeronautica sebagai mitra strategis, Snecma sebagai risk-sharing partner, Thales sebagai penyedia paket avionik, dan perusahaan lainnya. Pesawat ini telah disertifikasi laik terbang oleh Komite Penerbangan Antarnegara pada 3 Februari 2011 dan diharapkan sertifikasi Uni Eropa segera menyusul.
Pesawat Sukhoi Superjet 100 memiliki empat jenis pesawat, yaitu SSJ 100-75, SSJ 100-75LR, SSJ 100-95, dan SSJ 100-95LR. Pesawat Sukhoi yang jatuh di Gunung Salak adalah Superjet dengan tipe SSJ 100-95, yang berkapasitas 86 hingga 103 penumpang.
Superjet100 melakukan terbang perdananya pada 2008 dan mendapat sertifikasi untuk beroperasi di Rusia pada 2011, dan di Uni Eropa pada Februari 2012.
Mesin ganda Superjet 100, yang bisa memuat 100 penumpang, memiliki kecepatan jelajah 828 kilometer per jam dengan jarak jelajah maksimum antara 3.000 hingga 4.500 kilometer dengan muatan penuh, tergantung kapasitas tempat duduk.
Cockpit Sukhoi Superjet100-95
Pesawat tersebut dibuat dengan tujuan untuk menggantikan pesawat Tupolev Tu-134 dan Yakovlev Yak-42 dan bersaing dengan pesawat penumpang dari perusahaan asal Brazil, Embraer E-Jets dan perusahaan asal Kanada, Bombardier CRJ dengan menawarkan alternatif yang lebih murah dari keduanya sebanyak 35 juta dolar AS per unit.
Hingga saat ini, sudah ada 23 maskapai di seluruh dunia yang memesan armada Sukhoi Superjet 100. Sebagian besar adalah maskapai Rusia, dan beberapa dari Asia, termasuk Orient Thai dari Thailand dan Burma dari Myanmar.
 Sumber : airliners.net, okezone , media indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh Informasi Pengiriman?

Kami siap memberikan informasi seputar pengiriman, klik untuk memulai chat!

Customer Service 1

Ajat

Online

Customer Support 2

Ambar

Online

Customer Service 3

Dirman

Online

Ajat

Halo, Ada yang bisa saya bantu? 00.00

Ambar

Hai, Ada yang bisa saya bantu? 00.00

Dirman

Halo, Ada yang bisa saya bantu? 00.00